Cerita Mahasiswa bayar uang kuliah, hasil Judi Bola Online

Cerita Mahasiswa bayar uang kuliah, hasil Judi Bola Online

Popularwin Menjadi mahasiswa memang impian setiap orang. Namun, tidak sedikit dari mereka yang mampupun, masih kesulitan dalam melaksanakan kewajibannya untuk membayar uang kuliah atau uang Semester. Apalagi, jika mereka adalah mahasiswa yang merantau. Menjadi perantau di kota yang tidak ada siapa – siapa dan tak mengenal siapapun, adalah hal paling menyedihkan sepanjang perjalanan hidup seorang mahasiswa perantau. Resiko akan berhenti di tengah jalan, mengambil cuti saat kondisi keuangan memburuk. Apalagi, jika mereka hanya mengandalkan uang dari orang tua mereka. Menjadi mahasiswa rantau, harus siap hidup dengan uang yang seadanya, gaya hidup yang seadanya. Bahkan, makanpun seadanya. Mereka harus memikirkan, biaya untuk kuliah, biaya uang kos-an, biaya makan, dan biaya yang tak terduga. Seperti, biaya pembelian buku, biaya tugas kampus yang tak terprediksi dan biaya lainnya yang ada di dunia mahasiswa. Mereka yang merantau dengan hidup kecukupan pun, harus memikirkan hal ini.

Dio, seorang mahasiswa jurusan teknik komputer di salah satu kampus di Jakarta, merasakan hal ini. Dio yang berasal dari Indramayu, memutuskan menjadi mahasiswa rantau di kampus tersebut lantaran biaya kuliah yang hanya 600 ribu per semester dengan biaya masuknya hanya 2 juta saja. Ia berharap, ia mampu menyelesaikan kuliah dengan hidup seadanya sebagai mahasiswa rantau. ” Ya, waktu itu berpikir, biaya kuliah disana kan murah, cuma 600 ribu per semester, dan berharap bisa lah dengan uang dari keluarga 3 jt sebulan, cukup untuk semuanya “, jawabnya saat ditanya soal mengapa ia memilih menjadi mahasiswa rantau.

Keyakinan nya itu benar, dalam 2 semester pertama, semua berjalan baik baik saja. Namun, memasuki semester 3. Ekonomi keluarganya mulai menurun. Pendapatan sang ayah berkurang dan ia mendapatkan uang transferan dari keluarganya seminggu sekali. Ia terpaksa memangkas beberapa pengeluaran yang menurutnya tak penting. Memasuki semester ke-4 mulai ada mata kuliah dan tugas yang memupuk. Sedangkan, ekonomi keluarganya masih kurang stabil. Kuliah dari Senin sampai Jumat, membuatnya tak bisa bekerja sambil kuliah. Ia pun terpaksa mengandalkan uang yang diberikan oleh ayahnya itu. ” Jadi, aku tuh semester ke 2, masih baik baik aja, tapi masuk ke semester 3, mulai tuh mas ada kendala karena pendapatan ayah menurun. Sampe makan aja jadi 2x sehari “, jawab Dio saat ditanya punya kendala atau tidak. ” Tapi, itu masih bisa diakali. waktu masuk semester 4 itu mulai panik aku, dikirimnya seminggu sekali, kadang 200 ribu, kadang 150 seminggu. Tapi, ya disukuri aja “, tambahnya.

Keadaan Dio pun semakin memburuk saat memasuki semester ke-5, dimana ia harus membayar uang kuliah minimal 2 bulan, uang daftar ulang dan uang mata kuliah Praktek dan uang SKS.” Ceritanya, waktu masuk semester 5 mas, ayah ku sakit, sedangkan deadline buat bayar daftar ulang ke semester 5 tinggal 2 hari lagi. Itu hampir memutuskan untuk berhenti aja deh, kasian sama ayah “, jawabnya saat di tanya mengenai ada niatan untuk berhenti kuliah.

” Tapi, untung aja mas ada temen nyaranin sesuatu, walau sebenernya gak bagus sih. Tapi, akhirnya aku lakuin. Untungnya aku ikutin sih sarannya, dan bisa bayar kuliah deh “, tambahnya. Mendengar pernyataan itu, munculah pertanyaan, nyaranin apa tuh sampai bisa bayar uang SPP ?

” Temenku nyaranin main judi online mas, ya awalnya sih gak mau. Bingung modalnya dari mana “, jawabnya.

” Terus akhirnya bisa main gimana ?”, Tanya ku.

” Jadi, temen ku bilang, modalnya kecil ko, pake aja sisa uang di ATM “, jawab Dio dengan malu malu.

” Kalau boleh tau berapa waktu itu uang yang ada di ATM dan main judi online apa “, tanya ku yang mulai penasaran.

” Cuma ada 60 ribu mas di ATM, kata temenku, 50 ribu juga bisa. Ya udah aku coba main judi online, waktu aku main judi bola online. Cuma nebak gitu tim mana yang menang, gampang banget sumpah “, jawabnya menjelaskan.

” Tapi, pernah kalah gak ?”, Tanyaku.
” Waktu pertama dan kedua , aku kalah sampe kesel sama temenku yang nyaranin. Tapi, untungnya masih ada kan uangnya beberapa. Karena bertaruh kecil. Terus temenku nyaranin buat liatin pola menangnya atau main judi casino online aja, cari permainan yang aku bisa “, jawabnya.

” Terus gimana hasilnya, sampe bisa menang bayar kuliah dengan hasil judi online ?”, Tanya ku lagi.

” Jadi, kan aku akhirnya main itu lagi liatin polanya. Tapi, gak ngerti. Akhirnya aku pasang kan disalah satu tim. Terus ternyata bener tuh. Sampe 5x berturut turut menang. Uang modal aku udah naik tuh kan. Aku coba tarik ke rekeningkuĀ 200.000. terus aku coba main judi lainnya. Aku coba main casino online. Aku main Yang mudah. Terus kalah menang gitu terus. Akhirnya aku masang di satu titik terus. Alhasil, aku menang tuh. Pokoknya sampe uang aku ada 900 ribu “, jawabnya.

” Terus ? “, Ucapku sambil mendengarkan penjelasannya.

” Karena aku butuhnya cuma 800 ribu, aku tarik kan 800 ribu. Jadi bisa Buat bayar kuliah deh, malah masih ada sisa uang kan di game judi online. Bisa dimainin lagi “, jawabnya.

Dio juga menjelaskan, bahwa faktor keberuntungan mungkin sedang memihaknya kala itu. Karena ia sedang butuh uang untuk membayar uang kuliah.

” Aku merasa dikasih keberuntungan aja sih mas kala itu, mungkin karena tekat aku juga untuk bayar uang kuliah. Ya intinya mah senang mas. Karena judi online, aku bisa bayar uang kuliah yang kepepet itu “, ucapnya di akhir wawancara. Jadi, judi online mungkin tidak baik. Tapi, tidak ada salahnya di coba.

Claudia Oliver